Senin, 30 Juli 2018

Teruntuk Kamu Yang Disayang Tuhan




Teruntuk kamu yang sedang disayang Tuhan
Aku tahu sakit itu membosankan
Aku sarankan jadikan
Sakitmu sebagai jalan
Membuka buku sebagai panggung.
Penamu sebagai penari
Menari tanpa batas waktu
Tanpa takut kamu sibuk ini itu

Pena dan kertas
Menjadi obat kesendirian diatas pembaringan
Disaat semua orang tak peduli yang kamu rasakan
Keduanya menggelar pertunjukan
Mencoba untuk menghibur
Dengan tarian coretan

Dikala fisikmu terbatas dalam gerak
Aku yakin
Tidak dengan otak dan hati
Mereka akan tetep berfungsi
Menterjemahkan keadaan mengambil hikmah
Diatas kegundahan dan rasa takut

Teruntuk kamu yang sedang disayang Tuhan
Pena akan menari diatas panggung dengan eksotis
Meluapkan gejolak fikiran dan hatimu
Mereka menari bebas tanpa batas
Berkelana menerobos batas keterbatasan
Melayang jauh sampai diujung langit

Hingga didepan singgasana Tuhan
Menceritakan rasa penyesalan dan harapan
Sembari menahan rasa sakit kian menggoda keimanan
Berharap Tuhan memberi pengampunan dan kesempatan
Dikuatkan dengan kesabaran
Agar cobaan segera terselesaikan
Untuk memulai baru, kehidupan
Kearah kebaikan

Surakarta, 30 Juli 2018

#Salam Literasi
#Maari Berekspresi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar