Kamis, 07 Mei 2020

Purnama Datang Dirimu Dalam Angan

Puji Tuhan, Allah Tuhan semesta alam. Bulan memunculkan diri atas izinNya. Ia datang dengan pesonanya, mengobati insan yang sedang gundah, mencerahkan hati yang pekat. Memanjakan mata yang rindu akan sinarnya, menghibur jiwa yang sedang meratapi hari-hari penuh kesendirian. Memberi harapan atas keputusasaan yang menantang kejam. Sebelum menjerumuskan insan dalam kebinasaan. 

Terbersit dalam angan, disaat kusaksikan bulan yang menawan. Dibawah sinarnya, ada dirimu di sampingku, bergandengan tangan, mendongakkan pandangan, mata terpejam, berbisik pada bulan untuk meneguhkan keyakinan. Aku dan kamu bersama selalu. Semoga Tuhan mengabulkan, semesta mengaminkan,.  

Cemani, 7 Mei 2020
Saat purnama datang, dirimu dalam angan.

#Salam Literasi 
#Mari Berkreasi 

Selasa, 05 Mei 2020

Tegal, Kota Bahari

Terimakasih menjadi aktor terbaik untuk menciptakan momentum nostalgia di Kota Bahari. Menginzinkan 'nelat' naik kereta, diteriaki polsuska, masinis melaju pelan, aku naik dengan tersengal-sengal dan tertawa. Sedangkan dirimu deg deg an menyaksikanku sambil berteriak untuk cepat dan takut ketinggalan kereta.

Cerita itu menjadi penutup kunjunganku kala itu. Aku benar-benar sadar, setelah kejadian itu, butuh waktu lama dan bahkan tidak mungkin lagi untuk mengulang masa menyenangkan yang pernah aku, kamu dan rekan-rekan seperjuangan kita lakukan.


Terimakasih Kota Bahari, kota yang ramah untuk kita mengukir cerita bersama. Terkhusus kalian yang pernah membersamaiku berjuang,. Semoga waktu masih berkenan mempertemukan kita,. 🌱

Cemani, 5 Mei 2020
Pasca Harba, dan kamu mengingatkanku cerita kalau itu, tepatnya 10 Juli 2019

#salam literasi
#mari berkreasi

Senin, 06 April 2020

Perginya Bapak

Baru hitungan hari
Seperti emosi dan tak tahu diri
Bapak pergi menghadap ilahi
Tanpa basa-basi
Tak permisi
Hanya meninggal arti

Melangkah dengan gagap
Mencoba meraba
Saat mentari datang
Ku ayunkan kaki
Menjajakan koran diperempatan jalan
Seperti bapak dulu lakukan

Ku lupakan angan
Ku tinggalkan bangku sekolahan
Ku tepis semua hinaan
Demi receh, penyambung nafas kehidupan
Demi ibu ku, dan adik perempuan ku

Saat banyaknya orang mencaci
Mencibir tak menghargai
Mendepak dirasa tak layak
Tanpa dilantik
Aku pemimpin keluarga ini
Melindungi, mengayomi, tugasku kini
Jati diriku diuji
Oleh Tuhan yang membawa bapak pergi

Surakarta, 10 Januari 2020

Jumat, 20 Maret 2020

Telinga, Jantung dan Kepercayaan

Di purnama kali ini, aku akan berbalas kata denganmu. Layaknya rindu yang harus dibayar lunas oleh pertemuan.

Kuberi judul Telinga, Jantung dan Kepercayaan

Sebuah hubungan yang dilandasi kepercayaan akan berjalan tanpa ada kecurigaan. Layaknya tangan yang tak perlu menggenggam jantung tiap kali berdetak. Seperti halnya mata tak perlu melihat daun telinga yang mendengar.

Hanya soal kepercayaan rasa bahwa jantung dan telinga masih ada, melaksanakan tugasnya. Mulut tak harus mengeja satu persatu tugas mereka.

Akan ada masa frekuensi yang sama, se irama, bergoyang, mengayunkan langkah menuju visinya. Sama sekali tanpa aba-aba.

Curiga akan datang, tangan menerka detak dan meraba daun telinga. Jika kepercayaan masih ada, mereka berdialog dan berdealektika tanpa murka yang berbuntut malapetaka. Demi visi terlaksana, purna, kita bersama.

Solo, 15 Maret 2020 dalam corona aku bercerita

Kamis, 05 Maret 2020

Pesan dari Kawan

Dear temenku
,
.
.
.
Waktu kian berlalu
Langkahmu sudah pasti tau kemana akan tertuju
.
Waktu segera berakhir maka jgn sampai kau jadi yg paling akhir
.
Kita tak punya banyak waktu untuk sekedar ngopi sambil berlalu
.
Ayo berlari jangan melulu menepi
Aku mau melihat kau lebih dulu sampai pada garis tepi.
.
Ayo segera bergegas krn barangkali kita tak punya banyak waktu untuk berkemas
.
Pada Januari, Februari hingga Maret pun pasti akan berganti, waktu teruse berjalan sementara kau hanya merenung menikmati kebisingan
.
Ada kewajiban yg harus segera di untaskan
Ada tanggung jawab yg mulai meminta untuk untuk di segerakan
.
.
Kalau tidak sekarang maka kapan lagi kau akan menyelesaikan ?
Kalau tidak sekarang lantas apa lagi yg masih kau tangguhkan ?
.
.
.
Lampung, Maret 2020