
Mengorek lembaran kusam masa lalu yang pernah kita torehkan bersama. Tintanya masih basah dalam tulisan. Terekam rapi dalam memori hati. Terasa hangat diingatan. Terbayang suara canda tawa masih renyah terdengar menghibur diri. Disela-sela kesedihan caci maki tiada henti. Ditolak sana-sini. Cibiran silih berganti menyelingi. Hingga, putus asa satu langkah menghampiri. Kaki ini sempat berhenti, frustasi. Gelap dalam kelam menyelimuti.
Hanya satu jalan, kembali pada Ilahi Rabbi. Dikala sujud malam dilaksanakan. Gelora perjuangan terbangkitkan. Kaki siap dilangkahkan. Melanjutkan perjuangan. Menahan onak duri cobaan yang menyakitkan. Tibalah saat air mata bahagia pecah atas pencapaian. Mempertahankan dan Melanjutkan menjadi tantangan kedapan. Berharap Tuhan semesta Alam menguatkan.
Masa itu jauh dibelakang. Seperti kopi, pahit. Namun, waktu tak cukup untuk menikmati. Kan jadi deretan kisah perlajanan hidup. Dikenang hingga rambut kita beruban. Suatu saat, sayup-sayup terlihat lambaian tangan. Memberi isyarat pertemuan tanpa persyaratan segera dilaksanakan. Untuk membalas sebuah kerinduan. Bernostalgia pahit getir perjuangan masa itu, bersamamu.
Surakarta, 26 April 2018-
#Salam Lierasi
#Mari Berekspresi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar