Senin, 06 April 2020

Perginya Bapak

Baru hitungan hari
Seperti emosi dan tak tahu diri
Bapak pergi menghadap ilahi
Tanpa basa-basi
Tak permisi
Hanya meninggal arti

Melangkah dengan gagap
Mencoba meraba
Saat mentari datang
Ku ayunkan kaki
Menjajakan koran diperempatan jalan
Seperti bapak dulu lakukan

Ku lupakan angan
Ku tinggalkan bangku sekolahan
Ku tepis semua hinaan
Demi receh, penyambung nafas kehidupan
Demi ibu ku, dan adik perempuan ku

Saat banyaknya orang mencaci
Mencibir tak menghargai
Mendepak dirasa tak layak
Tanpa dilantik
Aku pemimpin keluarga ini
Melindungi, mengayomi, tugasku kini
Jati diriku diuji
Oleh Tuhan yang membawa bapak pergi

Surakarta, 10 Januari 2020