Minggu, 15 Juli 2018

Singkat Mengenalmu

Malam itu
Tepat pada jantung Ibu Kota. Timur Monas kiranya
Dirimu menyambut kedatanganku dengan senyuman
Empat mata nampak jelas bertatapan
Dua pasang kaki berjalan bersamaan
Melewati malam ditengah perkotaan
Tertawa lepas dalam satu ruang
Lupa, bahwa fajar akan segera datang

Sederet pertanyaan tentangku
Terjawab sudah oleh pertemuan yang dinantikan
Setelah melewati malam kemarin penuh kerinduan
Dirimu melepas rasa penasaran yang membingungkan
Hanya kebahagiaan yang terpancarkan

Masih dalam satu ruang, beda waktu
Diriku didepanmu tak terjamah oleh penglihatan
Terabaikan
Tegur sapa tak lagi ada
Seketika, indahnya kebersamaan malam itu sirna

Aku terlalu naif, 
Membayangkan ada kelanjutan pertemuan
Atau kadang dipertemukan dipelaminan
Namun, syahdan
Kebersamaan itu berjalan cepat
Tak sesuai harapan
Seperti kilatan petir,
Menggelegar!
Sinarnya hampir saja tak nampak
Kita bertemu untuk pertama dan terakhir

Kutipan "Ada Pertemuan, Ada Perpisahan" layak dibenarkan
Dirimu benar menghilang
Tak sempat Ku berpamitan
Hanya salam yang Ku titipkan
Pada dedaunan kering yang berserakan
Ada bait-bait kata yang belum tersampaikan
Dan Aku akan mengira pertemuan kemarin hanya mimpi
Bukan kenyataan


Singgasana, Semarang Februari 2018
Mengenang "Singkat Mengenalmu" di Jaya Karta.
Tepat pada jantung Ibu Kota. Monas tepatnya.

#Salam Literasi
#Mari Berekspresi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar