Selasa, 31 Mei 2022

Haha Hihi dan Huhu

Aku tak lupa, waktu itu adalah hari bahagiamu

Aku juga ingat bahwa hari itu pertanda petaka bagiku


Pustaka rasa bersamaku akan terabaikan

Berada di rak sudut ruangan ingatanmu

Sudut jauh, yang tak mungkin kamu sentuh

Dibiarkan lusuh dimakan waktu

Akupun sama, tak berani menjamah

Sedikit mencoba membuka memori saja tak mampu


Aku sadar diri

Dulu

Aku mengabaikan jari manisnu

Harusnya aku yang menghiasi kala itu

Dan menjadikanmu ratu


Aku sempat berhalu

Setiap malam kita akan ba bi bu

Dengan kepalamu dipundaku

Tangan ku mengusap pelan kepalamu

Bercerita tentang haha hihi dan huhu

Membuka lembaran pustaka rasa kita dulu, satu satu

Sampai mata kita berat seperti di diikat batu

Terpejam dalam asa yang satu

Esoknya kita melengkapi pustaka baru


Haha, 

Kini tertawaku hanya pelipur lara

Menangispun sudah tak guna

Saat aku ingat itu semua

Kamu sudah bahagia bersamanya

Aku tak bisa buat apa-apa

Selain doa

Penuh harap kita bisa bersua dalam pustaka rasa

Sekalipun hanya mimpi semata. 


Kos Uns, Solo, 20.10.21

Cherik Aghe

Jumat, 07 Mei 2021

Konferensi Hati


Aku hampir lupa, hari ini kita pernah berdiskusi soal rasa
Kau dan aku
Berada dalam konferensi hati
Kita berbeda aliansi yang mencoba berkongsi, menyatukan misi
Berdebat mencoba menyatukan hasrat
Bernego meredam ego
Bermusyawarah untuk membungkam amarah
Berpendapat untuk memahat penat hingga menjadi mufakat

Kita pernah..
Memukul meja yang tak tau salah apa. Hanya karna salah  meng-eja
Menendang entah apa, saat ke gelanggang sendirian
Juga pernah diam, bungkam

Aku terkesan, tersenyum kegirangan
Pun dengan kau
Akhirnya hari ini (kala itu)
Konferensi hati telah selesai

Kita..
Memilih bersimpuh disaat rapuh
Saling bukan merasa Paling
Menguatkan bukan merobohkan
Bersabar disaat berpencar
Merindu hingga waktunya bertemu
Percaya disaat yang lain bilang "masak iya?"

Diam-diam  menyelinapkan asa
Pada Tuhan yang maha Esa
Ku harap semesta rela
Untuk semua orang bilang "saaah" pada waktunya

Jika demikian lega rasanya
Hanya kepada Tuhan aku berharap dan menghadap


Cherik Aghe
Cemani, 13 Februari 2021

#Salam Literasi
#Mari Berekspresi

SESIMPEL ITU



Kamu 

Datang

Duduk

Diam

Memandangiku

Senyum

Lalu

Diam

Bergurau

Kemudian

Diam

Lalu

Pamit

Pulang

Itu saja

Sudah

Cukup

Menentramkanku


Cherik Aghe

Solo, 4 Mei 2021

#SalamLiteraksi

#MariBerekspresi

Kamis, 07 Mei 2020

Purnama Datang Dirimu Dalam Angan

Puji Tuhan, Allah Tuhan semesta alam. Bulan memunculkan diri atas izinNya. Ia datang dengan pesonanya, mengobati insan yang sedang gundah, mencerahkan hati yang pekat. Memanjakan mata yang rindu akan sinarnya, menghibur jiwa yang sedang meratapi hari-hari penuh kesendirian. Memberi harapan atas keputusasaan yang menantang kejam. Sebelum menjerumuskan insan dalam kebinasaan. 

Terbersit dalam angan, disaat kusaksikan bulan yang menawan. Dibawah sinarnya, ada dirimu di sampingku, bergandengan tangan, mendongakkan pandangan, mata terpejam, berbisik pada bulan untuk meneguhkan keyakinan. Aku dan kamu bersama selalu. Semoga Tuhan mengabulkan, semesta mengaminkan,.  

Cemani, 7 Mei 2020
Saat purnama datang, dirimu dalam angan.

#Salam Literasi 
#Mari Berkreasi 

Selasa, 05 Mei 2020

Tegal, Kota Bahari

Terimakasih menjadi aktor terbaik untuk menciptakan momentum nostalgia di Kota Bahari. Menginzinkan 'nelat' naik kereta, diteriaki polsuska, masinis melaju pelan, aku naik dengan tersengal-sengal dan tertawa. Sedangkan dirimu deg deg an menyaksikanku sambil berteriak untuk cepat dan takut ketinggalan kereta.

Cerita itu menjadi penutup kunjunganku kala itu. Aku benar-benar sadar, setelah kejadian itu, butuh waktu lama dan bahkan tidak mungkin lagi untuk mengulang masa menyenangkan yang pernah aku, kamu dan rekan-rekan seperjuangan kita lakukan.


Terimakasih Kota Bahari, kota yang ramah untuk kita mengukir cerita bersama. Terkhusus kalian yang pernah membersamaiku berjuang,. Semoga waktu masih berkenan mempertemukan kita,. 🌱

Cemani, 5 Mei 2020
Pasca Harba, dan kamu mengingatkanku cerita kalau itu, tepatnya 10 Juli 2019

#salam literasi
#mari berkreasi

Senin, 06 April 2020

Perginya Bapak

Baru hitungan hari
Seperti emosi dan tak tahu diri
Bapak pergi menghadap ilahi
Tanpa basa-basi
Tak permisi
Hanya meninggal arti

Melangkah dengan gagap
Mencoba meraba
Saat mentari datang
Ku ayunkan kaki
Menjajakan koran diperempatan jalan
Seperti bapak dulu lakukan

Ku lupakan angan
Ku tinggalkan bangku sekolahan
Ku tepis semua hinaan
Demi receh, penyambung nafas kehidupan
Demi ibu ku, dan adik perempuan ku

Saat banyaknya orang mencaci
Mencibir tak menghargai
Mendepak dirasa tak layak
Tanpa dilantik
Aku pemimpin keluarga ini
Melindungi, mengayomi, tugasku kini
Jati diriku diuji
Oleh Tuhan yang membawa bapak pergi

Surakarta, 10 Januari 2020

Jumat, 20 Maret 2020

Telinga, Jantung dan Kepercayaan

Di purnama kali ini, aku akan berbalas kata denganmu. Layaknya rindu yang harus dibayar lunas oleh pertemuan.

Kuberi judul Telinga, Jantung dan Kepercayaan

Sebuah hubungan yang dilandasi kepercayaan akan berjalan tanpa ada kecurigaan. Layaknya tangan yang tak perlu menggenggam jantung tiap kali berdetak. Seperti halnya mata tak perlu melihat daun telinga yang mendengar.

Hanya soal kepercayaan rasa bahwa jantung dan telinga masih ada, melaksanakan tugasnya. Mulut tak harus mengeja satu persatu tugas mereka.

Akan ada masa frekuensi yang sama, se irama, bergoyang, mengayunkan langkah menuju visinya. Sama sekali tanpa aba-aba.

Curiga akan datang, tangan menerka detak dan meraba daun telinga. Jika kepercayaan masih ada, mereka berdialog dan berdealektika tanpa murka yang berbuntut malapetaka. Demi visi terlaksana, purna, kita bersama.

Solo, 15 Maret 2020 dalam corona aku bercerita