Ada air mata yang memaksa keluar. Merembas disudut mata. Ingin ku usap air mata itu. Tak sanggup ku mengusapnya. Terhalang kacamata bulat penghias wajah cantikmu. Itu bukan air mata cengeng. Air mata ketulusan, ku kira. Air mata takut kehilangan, tak bersama lagi. Atau air mata bahagia atas kebersaman selama ini. Entahlah, tak mampu ku menterjemakannya. Jelasnya, ada makna tersirat dari rembesan air matanya. Dan, masih menjadi misteri hingga kini.
Surakarta, 06 Juni 2018
#Salam Literasi
#Mari Berekspresi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar