Jumat, 20 Maret 2020

Telinga, Jantung dan Kepercayaan

Di purnama kali ini, aku akan berbalas kata denganmu. Layaknya rindu yang harus dibayar lunas oleh pertemuan.

Kuberi judul Telinga, Jantung dan Kepercayaan

Sebuah hubungan yang dilandasi kepercayaan akan berjalan tanpa ada kecurigaan. Layaknya tangan yang tak perlu menggenggam jantung tiap kali berdetak. Seperti halnya mata tak perlu melihat daun telinga yang mendengar.

Hanya soal kepercayaan rasa bahwa jantung dan telinga masih ada, melaksanakan tugasnya. Mulut tak harus mengeja satu persatu tugas mereka.

Akan ada masa frekuensi yang sama, se irama, bergoyang, mengayunkan langkah menuju visinya. Sama sekali tanpa aba-aba.

Curiga akan datang, tangan menerka detak dan meraba daun telinga. Jika kepercayaan masih ada, mereka berdialog dan berdealektika tanpa murka yang berbuntut malapetaka. Demi visi terlaksana, purna, kita bersama.

Solo, 15 Maret 2020 dalam corona aku bercerita

2 komentar: